2. sebutkan dan jelaskan security-security wireless LAN !
3. sebutkan jenis-jenis antena wireless LAN !
4. Jelaskan sistem seadunet menggunakan diginet !
Jawab
1. - Wireless G Access Point D-Link DAP-1150
- D-Link Wireless N Access point DAP-1360
- Asus Access point 802.11g
- Linksys wireless access point WR4001BR
2. Setting Security-Mode : WPA Pre-Shared Key (WPA-PSK)
Ada dua opsi enkripsi pada jenis ini, yaitu TKIP dan AES. TKIP (Temporal Key
Integrity Protocol) menggunakan metode enkripsi yang lebih aman dan juga
menggunakan MIC (Message Integrity Code) untuk melindungi jaringan dari serangan.
AES (Advanced Encryption System) menggunakan enkripsi 128-bit blok data secara
simetris.
Untuk menggunakan WPA Pre-Shared Key, masukkan password pada WPA
Shared Key dengan panjang karakter antara 8 sampai 63. Group Key Renewal Interval
dapat diisi dengan nilai antara 0 hingga 99,999 detik.
Contoh penggunaan mode ini, kita isi WPA Shared Key dengan password
“wawawawa” dan algoritma TKIP (selanjutnya silahkan mencoba AES), maka ketika kita
akan mencoba koneksi menuju jaringan tersebut, akan diminta password.
Mode security ini paling sederhana untuk diakses dari sisi user, karena
penggunaannya semudah seperti login ke Windows atau account e-mail kita. Caranya :
kita gunakan setting dari Windows XP, sebagai berikut :
1. Buka “Network Connections” dari “Control Panel”, maka akan terdapat beberapa
network adapter yang telah ter-install, termasuk Wireless Adapter.
2. Klik kanan pada Wireless Adapter, pilih “View Available Wireless Networks”.
Window yang muncul ketika akan melakukan koneksi ke jaringan WPA-PSK
Dan kita isikan key “wawawawa” tadi, dan klik “Connect”. Untuk selanjutnya silahkan
mencoba setting menggunakan algoritma AES.
Setting Security-Mode : WPA Radius
Setting WPA RADIUS pada AP
WPA RADIUS menggunakan server RADIUS eksternal untuk melakukan
otentikasi. Untuk menggunakan mode ini, masukkan alamat IP dari server RADIUS,
beserta port nya (default adalah 1812), juga kata kunci dari server yang bersangkutan.
Sebenarnya ini sama saja dengan WPA Pre-Shared Key, hanya saja “key” di sini
diperoleh dan diproses oleh server tertentu, yaitu server RADIUS.
Setting Security-Mode : WEP
Setting WEP pada AP
Ada dua level dari enkripsi WEP, 64-bit dan 128-bit. Semakin tinggi bit enkripsi,
semakin aman jaringannya, namun kecepatan menjadi menurun. Untuk menggunakan
WEP, pilih bit enkripsi yang diinginkan, dan masukkan passphrase atau key WEP dalam
bentuk heksadesimal.
Secara umum, mode security yang sering digunakan adalah WEP. WEP
merupakan penggunaan urutan nilai heksadesimal yang berasal dari enkripsi sebuah
passphrase. Dalam percobaan berikut kita akan menggunakan passphrase “wawawa”, lalu
pilih jenis enkripsi bit-nya (64 bit atau 128 bit), lalu klik “Generate”. Maka akan
dihasilkan 4 buah key dengan panjang 10 digit heksa (64 bit) atau 26 digit heksa (128 bit)
seperti pada gambar di atas. Kemudian dipilih antara 4 key tersebut yang mana yang akan
dipakai. Nilai tersebut sangat penting namun tidak case sensitive.
Untuk melakukan koneksi, kita gunakan setting dari Windows XP,
sebagai berikut :
1. Buka “Network Connections” dari “Control Panel”, maka akan terdapat beberapa
network adapter yang telah ter-install, termasuk Wireless Adapter.
2. Klik kanan pada Wireless Adapter, pilih “Properties”, maka muncul window
property dari wireless adapter yang bersangkutan, lalu dipilih tab “Wireless
Networks”
3. macam - macam antena WLAN
1. Antena Tipe Ommni Directional
Antena yang bertipe ini adalah antena yang biasa diguakan untuk access point, dengan tujuan memberikan akses kepada client dalam radius 3600.
2. Antena Tipe Sectoral
Antena dengan tipe ini adalah untuk memberikan akses kepada client dengan radius tertentu, yaitu 600, 900, 120 0 dan 1800.
3. Antena Tipe Directional
Antena ini biasanya digunakan sebagai penyearah ke arah akses point, biasanya digunakan pada user untuk mengarahkannya pada aksess point.
2.6.2.1. Polarisasi Antena
Gelombang radio dapat merambat di udara dengan dua polarisasi yang saling tegak lurus, tergantung dari medan yang ditumpanginya. Baik medan magnetik ataupun medan listrik. Tujuan dari penggunaan polarisasi yang tepat adalah agar dapat mengurangi interferensi yang terjadi saat penggunaan, dapat mendefinisikan daerah yang dilayani secara tepat, dan dapat meningkatkan isolasi dari sinyal yang tidak diinginkan.[9]
1. Polarisasi Antena Ommni Directional
Polarisasi pada antena ommni menyerupai lingkaran dengan radiasi 3600. Potongan medan vertikal memperlihatkan penampang medan yang sangat tipis pada sumbu vertikal. Hal ini berarti hanya antena yang berada pada muka antena saja yang akan memperoleh sinyal yang kuat. Antena ommnidirectional digunakan untuk memberikan layanan dengan radius 3600 dari titik lokasi. Sangat cocok untuk memberikan layanan untuk jarak dekat 1-4 km. Antena tipe ini memiliki gain rendah yaitu 3-10 dBi.[9]
2. Polarisasi Antena Sectoral
Anntena sectoral seperti pada antena ommnidirectional yang dirancang untuk base station tempat akses point berada. Hanya saja antena sectoral memberikan layanan dengan sudut yang lebih kecil yaitu pada 450-1800 saja. Dengan pembatasan ini maka antena sectoral memiliki penguatan yang lebih besar. Polarisasi yang digunakan adalah vertikal sehingga memungkinkan penggunaan point to multi point. Penguatan pada antena ini adalah sebesar 10-19 dBi.
3. Polarisasi Antena Directional
Potongan medan pada polariasi sectoral adalah polarisasi yang memiliki penguatan yang lebih besar hanya saja lebar beam yang sangat sempit. Artinya jika antena bergeser sedikit saja, maka sinyal akan bergeser ke ujung yang lain. Menggunakan antena ini sangat bagus untuk penggunaan point to point. Gain pada antena sectoral adalah 18-28 dBi.
Seaedunet memiliki satelit internasional operator yang berada pada satelit telkom 1, chanel 3, frekuensi rx378 yang melingkupi benua asia.
Sarana yang dibutuhkan di dalam program ini adalah:
1. koneksi ke SEA EduNet dengan perangkat:
* 1 Set Parabola Mesh/Solid 10/12 feet
* 1 unit DVB Receiver
* 1 Unit PC Router
* 1 Unit software Multicast
2. perangkat Local Area Network yang menghubungkan seluruh PC yang digunakan pada program dengan seluruh server yang ada;
3. 1 Unit Web Server untuk penyimpanan materi yang dikirimkan secara multicast dengan spesifikasi minimal:
* Processor setara Intel Pentium 4
* Memori 1 Gb
* Hard Disk 250 Gb SATA
4. komputer pada laboratorium berjumlah minimal 20 unit dengan spesifikasi minimal:
* Processor setara Intel Celeron
* Memori 256 Mb
* Hard Disk 80 Gb
5. LCD Projector dan layar projector
6. Perangkat Wireless LAN yang terhubung dengan koneksi internet
7. Perangkat video converence (minimal Webcam atau Handycam yang terhubung pada PC)
8. Perangkat lunak legal, yang terinstalasi pada seluruh PC yang digunakan
* Perangkat lunak server dan aplikasinya
* Perangkat lunak untuk klien
* Perangkat lunak aplikasi perkantoran
* Perangkat lunak lainnya, sesuai dengan program yang dilaksanakan
Standar SDM
Sumber Daya Manusia di dalam program Pendidikan Jarak Jauh adalah sumber daya utama, karena disinilah proses pembelajaran itu bertumpu. Walaupun sistem yang digunakan menggunakan TIK, namun seluruh proses di belakangnya tetap dikendalikan oleh manusia. Apabila pengendali tidak memiliki keahlian yang memadai, maka dapat dipastikan proses juga akan mengalami kekacauan.
Secara umum, standar SDM untuk program ini adalah:
1. memiliki kompetensi yang sesuai dengan materi yang diberikan;
2. memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing;
3. memiliki keterampilan dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing;
4. mampu mengoperasikan komputer dan perangkat penunjang Pendidikan Jarak Jauh lain untuk mengelola informasi;
5. mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan (Minimal TOEFL 450);
6. telah menyelesaikan diklat dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC;
7. memiliki kompetensi untuk menulis laporan dan menyebarkan informasi melalui media blog.
Khusus untuk SDM tertentu, standar yang digunakan adalah:
1. Dosen Pengampu/Koordinator Widyaiswara
* memenuhi standar dari Ditjen Dikti/standard lain yang relevan untuk menjabat sebagai dosen pengampu/koordinator widyaiswara;
* memiliki kemampuan untuk menerapkan Pendidikan Jarak Jauh pada mata kuliah/mata diklat yang diampu
2. Dosen pelaksana/Widyaiswara
* memenuhi standar dari Ditjen Dikti/standard lain yang relevan untuk menjabat sebagai dosen pelaksana/widyaiswara;
* memiliki kemampuan untuk menerapkan Pendidikan Jarak Jauh pada mata kuliah/mata diklat yang diajarkan;
* memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan memanfaatkan perangkat TIK di luar waktu perkuliahan/pelatihan.
3. Perancang Pemelajaran (Instructional Designer)
* pernah mengikuti pelatihan PEKERTI/AA atau pelatihan sejenis atau lulusan dari jurusan yang relevan;
* mampu merancang pemelajaran berbasis Pendidikan Jarak Jauh.
4. IT Specialist
* memiliki kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1) untuk Mitra 150 dan Diploma 3 (D3) untuk Mitra 500;
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas Instruktur;
* memiliki sertifikat CCNA.
5. Tutor
* memiliki kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1). dan sesuai dengan jenjang pendidikan (misal, untuk jenjang S2, maka tutor harus minimal S2);
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas Instruktur;
* memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan matakuliah/diklat yang diberikan.
6. Asisten
* memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma 3 (D3);
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas siswa;
* memiliki sertifikat CCNA, minimal CCNA 2;
* memiliki sertifikat JENI, minimal Jeni 2.
7. Teknisi
* memiliki kualifikasi akademik minimal SLTA dan atau sedang/telah menempuh pendidikan Diploma 3 TKJ (D3 TKJ);
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas siswa;
* memiliki sertifikat CCNA, minimal CCNA 2;
* memiliki sertifikat JENI, minimal Jeni 2.
Setelah penjelasan diatas, muncur pertanyaan, apa manfaat menjadi mitra SEAMOLEC tersebut ? Dan apa yang dapat diperoleh setiap institusi melalui program kemitraan dengan SEAMOLEC ?
Secara umum, manfaat yang diperoleh dari program kemitraan adalah:
1. khusus untuk Mitra 500 dan 7000, Institusi yang tergabung akan menjadi pusat informasi mengenai program Pendidikan Jarak Jauh;
2. untuk mitra 150, institusi yang tergabung akan dapat memperluas jangkauan program-program pendidikan dan pelatihan, baik yang bersifat short course maupun yang bersifat pendidikan akademik hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia;
3. mitra 500 dan 7000 juga dapat menjadi tempat pendafataran untuk program PJJ, sebagai simpul atau pusat sumber belajar maupun menjadi tempat pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh P4TK melalu sistem PJJ;
4. dapat tergabung dengan SEA EduNet sehingga dapat menjalin kemitraan yang lebih erat juga dengan institusi lain di Asia Tenggara.
Pendukung seaedunet :
1. Wide : seamolec
2. Jsat : Telkom/telkomvision
3. Partner university : provide mitra
Infrastuktur Seaedunet :
Data center
1. DVB – S Transmiter
2. Server
3. Router
4. Switch
5. UD Gateway
Penerima multicast
1. DVB – S Receiver
2. Server
3. Router
4. Switch
5. UDRL (UniDirectional Link Routing )
Software Pendukung Seaedunet
XORP
Sebagai multicast routing pada penerima system seaedunet
VLC
Broadcast Viewer
Sebagai penerima video conference yang sedang berlangsung
Udpcast
Sebagai pengirim dan penerima data casting
Kegunaan system seaedunet
1.Sebagai alat pembelajaran jarak jauh.
2.Mempermudah pangiriman data yang besar dengan sekaligus ke semua titik yang terkoneksi ke seaedunet
3.Jangkauannya luas sehingga mempermudah komunikasi dalam lingkup benua asia













