Sabtu, 08 Agustus 2009

Latihan Soal

1. sebutkan jenis dan tipe-tipe AP WIRELESS LAN !
2. sebutkan dan jelaskan security-security wireless LAN !
3. sebutkan jenis-jenis antena wireless LAN !
4. Jelaskan sistem seadunet menggunakan diginet !

Jawab

1. - Wireless G Access Point D-Link DAP-1150
- D-Link Wireless N Access point DAP-1360
- Asus Access point 802.11g
- Linksys wireless access point WR4001BR

2. Setting Security-Mode : WPA Pre-Shared Key (WPA-PSK)

Ada dua opsi enkripsi pada jenis ini, yaitu TKIP dan AES. TKIP (Temporal Key
Integrity Protocol) menggunakan metode enkripsi yang lebih aman dan juga
menggunakan MIC (Message Integrity Code) untuk melindungi jaringan dari serangan.
AES (Advanced Encryption System) menggunakan enkripsi 128-bit blok data secara
simetris.
Untuk menggunakan WPA Pre-Shared Key, masukkan password pada WPA
Shared Key dengan panjang karakter antara 8 sampai 63. Group Key Renewal Interval
dapat diisi dengan nilai antara 0 hingga 99,999 detik.
Contoh penggunaan mode ini, kita isi WPA Shared Key dengan password
“wawawawa” dan algoritma TKIP (selanjutnya silahkan mencoba AES), maka ketika kita
akan mencoba koneksi menuju jaringan tersebut, akan diminta password.
Mode security ini paling sederhana untuk diakses dari sisi user, karena
penggunaannya semudah seperti login ke Windows atau account e-mail kita. Caranya :
kita gunakan setting dari Windows XP, sebagai berikut :
1. Buka “Network Connections” dari “Control Panel”, maka akan terdapat beberapa
network adapter yang telah ter-install, termasuk Wireless Adapter.
2. Klik kanan pada Wireless Adapter, pilih “View Available Wireless Networks”.

Window yang muncul ketika akan melakukan koneksi ke jaringan WPA-PSK
Dan kita isikan key “wawawawa” tadi, dan klik “Connect”. Untuk selanjutnya silahkan
mencoba setting menggunakan algoritma AES.

Setting Security-Mode : WPA Radius

Setting WPA RADIUS pada AP

WPA RADIUS menggunakan server RADIUS eksternal untuk melakukan
otentikasi. Untuk menggunakan mode ini, masukkan alamat IP dari server RADIUS,
beserta port nya (default adalah 1812), juga kata kunci dari server yang bersangkutan.
Sebenarnya ini sama saja dengan WPA Pre-Shared Key, hanya saja “key” di sini
diperoleh dan diproses oleh server tertentu, yaitu server RADIUS.

Setting Security-Mode : WEP

Setting WEP pada AP
Ada dua level dari enkripsi WEP, 64-bit dan 128-bit. Semakin tinggi bit enkripsi,
semakin aman jaringannya, namun kecepatan menjadi menurun. Untuk menggunakan
WEP, pilih bit enkripsi yang diinginkan, dan masukkan passphrase atau key WEP dalam
bentuk heksadesimal.
Secara umum, mode security yang sering digunakan adalah WEP. WEP
merupakan penggunaan urutan nilai heksadesimal yang berasal dari enkripsi sebuah
passphrase. Dalam percobaan berikut kita akan menggunakan passphrase “wawawa”, lalu
pilih jenis enkripsi bit-nya (64 bit atau 128 bit), lalu klik “Generate”. Maka akan
dihasilkan 4 buah key dengan panjang 10 digit heksa (64 bit) atau 26 digit heksa (128 bit)
seperti pada gambar di atas. Kemudian dipilih antara 4 key tersebut yang mana yang akan
dipakai. Nilai tersebut sangat penting namun tidak case sensitive.

Untuk melakukan koneksi, kita gunakan setting dari Windows XP,
sebagai berikut :
1. Buka “Network Connections” dari “Control Panel”, maka akan terdapat beberapa
network adapter yang telah ter-install, termasuk Wireless Adapter.
2. Klik kanan pada Wireless Adapter, pilih “Properties”, maka muncul window
property dari wireless adapter yang bersangkutan, lalu dipilih tab “Wireless
Networks”

3. macam - macam antena WLAN

1. Antena Tipe Ommni Directional
Antena yang bertipe ini adalah antena yang biasa diguakan untuk access point, dengan tujuan memberikan akses kepada client dalam radius 3600.
2. Antena Tipe Sectoral
Antena dengan tipe ini adalah untuk memberikan akses kepada client dengan radius tertentu, yaitu 600, 900, 120 0 dan 1800.
3. Antena Tipe Directional
Antena ini biasanya digunakan sebagai penyearah ke arah akses point, biasanya digunakan pada user untuk mengarahkannya pada aksess point.
2.6.2.1. Polarisasi Antena
Gelombang radio dapat merambat di udara dengan dua polarisasi yang saling tegak lurus, tergantung dari medan yang ditumpanginya. Baik medan magnetik ataupun medan listrik. Tujuan dari penggunaan polarisasi yang tepat adalah agar dapat mengurangi interferensi yang terjadi saat penggunaan, dapat mendefinisikan daerah yang dilayani secara tepat, dan dapat meningkatkan isolasi dari sinyal yang tidak diinginkan.[9]
1. Polarisasi Antena Ommni Directional
Polarisasi pada antena ommni menyerupai lingkaran dengan radiasi 3600. Potongan medan vertikal memperlihatkan penampang medan yang sangat tipis pada sumbu vertikal. Hal ini berarti hanya antena yang berada pada muka antena saja yang akan memperoleh sinyal yang kuat. Antena ommnidirectional digunakan untuk memberikan layanan dengan radius 3600 dari titik lokasi. Sangat cocok untuk memberikan layanan untuk jarak dekat 1-4 km. Antena tipe ini memiliki gain rendah yaitu 3-10 dBi.[9]
2. Polarisasi Antena Sectoral
Anntena sectoral seperti pada antena ommnidirectional yang dirancang untuk base station tempat akses point berada. Hanya saja antena sectoral memberikan layanan dengan sudut yang lebih kecil yaitu pada 450-1800 saja. Dengan pembatasan ini maka antena sectoral memiliki penguatan yang lebih besar. Polarisasi yang digunakan adalah vertikal sehingga memungkinkan penggunaan point to multi point. Penguatan pada antena ini adalah sebesar 10-19 dBi.
3. Polarisasi Antena Directional
Potongan medan pada polariasi sectoral adalah polarisasi yang memiliki penguatan yang lebih besar hanya saja lebar beam yang sangat sempit. Artinya jika antena bergeser sedikit saja, maka sinyal akan bergeser ke ujung yang lain. Menggunakan antena ini sangat bagus untuk penggunaan point to point. Gain pada antena sectoral adalah 18-28 dBi.

4. Seaedunet ( southeast asia education network ) adalah sebuah jaringanyang melingkupi benua asia, untuk pendidikan jarak jauh.
Seaedunet memiliki satelit internasional operator yang berada pada satelit telkom 1, chanel 3, frekuensi rx378 yang melingkupi benua asia.

Sarana yang dibutuhkan di dalam program ini adalah:
1. koneksi ke SEA EduNet dengan perangkat:

* 1 Set Parabola Mesh/Solid 10/12 feet
* 1 unit DVB Receiver
* 1 Unit PC Router
* 1 Unit software Multicast

2. perangkat Local Area Network yang menghubungkan seluruh PC yang digunakan pada program dengan seluruh server yang ada;
3. 1 Unit Web Server untuk penyimpanan materi yang dikirimkan secara multicast dengan spesifikasi minimal:

* Processor setara Intel Pentium 4
* Memori 1 Gb
* Hard Disk 250 Gb SATA

4. komputer pada laboratorium berjumlah minimal 20 unit dengan spesifikasi minimal:

* Processor setara Intel Celeron
* Memori 256 Mb
* Hard Disk 80 Gb

5. LCD Projector dan layar projector
6. Perangkat Wireless LAN yang terhubung dengan koneksi internet
7. Perangkat video converence (minimal Webcam atau Handycam yang terhubung pada PC)
8. Perangkat lunak legal, yang terinstalasi pada seluruh PC yang digunakan

* Perangkat lunak server dan aplikasinya
* Perangkat lunak untuk klien
* Perangkat lunak aplikasi perkantoran
* Perangkat lunak lainnya, sesuai dengan program yang dilaksanakan

Standar SDM
Sumber Daya Manusia di dalam program Pendidikan Jarak Jauh adalah sumber daya utama, karena disinilah proses pembelajaran itu bertumpu. Walaupun sistem yang digunakan menggunakan TIK, namun seluruh proses di belakangnya tetap dikendalikan oleh manusia. Apabila pengendali tidak memiliki keahlian yang memadai, maka dapat dipastikan proses juga akan mengalami kekacauan.
Secara umum, standar SDM untuk program ini adalah:

1. memiliki kompetensi yang sesuai dengan materi yang diberikan;
2. memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing;
3. memiliki keterampilan dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing;
4. mampu mengoperasikan komputer dan perangkat penunjang Pendidikan Jarak Jauh lain untuk mengelola informasi;
5. mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan (Minimal TOEFL 450);
6. telah menyelesaikan diklat dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC;
7. memiliki kompetensi untuk menulis laporan dan menyebarkan informasi melalui media blog.

Khusus untuk SDM tertentu, standar yang digunakan adalah:
1. Dosen Pengampu/Koordinator Widyaiswara

* memenuhi standar dari Ditjen Dikti/standard lain yang relevan untuk menjabat sebagai dosen pengampu/koordinator widyaiswara;
* memiliki kemampuan untuk menerapkan Pendidikan Jarak Jauh pada mata kuliah/mata diklat yang diampu

2. Dosen pelaksana/Widyaiswara

* memenuhi standar dari Ditjen Dikti/standard lain yang relevan untuk menjabat sebagai dosen pelaksana/widyaiswara;

* memiliki kemampuan untuk menerapkan Pendidikan Jarak Jauh pada mata kuliah/mata diklat yang diajarkan;

* memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan memanfaatkan perangkat TIK di luar waktu perkuliahan/pelatihan.

3. Perancang Pemelajaran (Instructional Designer)

* pernah mengikuti pelatihan PEKERTI/AA atau pelatihan sejenis atau lulusan dari jurusan yang relevan;
* mampu merancang pemelajaran berbasis Pendidikan Jarak Jauh.

4. IT Specialist

* memiliki kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1) untuk Mitra 150 dan Diploma 3 (D3) untuk Mitra 500;
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas Instruktur;
* memiliki sertifikat CCNA.

5. Tutor

* memiliki kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1). dan sesuai dengan jenjang pendidikan (misal, untuk jenjang S2, maka tutor harus minimal S2);
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas Instruktur;
* memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan matakuliah/diklat yang diberikan.

6. Asisten

* memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma 3 (D3);
* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas siswa;
* memiliki sertifikat CCNA, minimal CCNA 2;
* memiliki sertifikat JENI, minimal Jeni 2.

7. Teknisi

* memiliki kualifikasi akademik minimal SLTA dan atau sedang/telah menempuh pendidikan Diploma 3 TKJ (D3 TKJ);

* memiliki sertifikat KKPI untuk kelas siswa;
* memiliki sertifikat CCNA, minimal CCNA 2;
* memiliki sertifikat JENI, minimal Jeni 2.

Setelah penjelasan diatas, muncur pertanyaan, apa manfaat menjadi mitra SEAMOLEC tersebut ? Dan apa yang dapat diperoleh setiap institusi melalui program kemitraan dengan SEAMOLEC ?
Secara umum, manfaat yang diperoleh dari program kemitraan adalah:

1. khusus untuk Mitra 500 dan 7000, Institusi yang tergabung akan menjadi pusat informasi mengenai program Pendidikan Jarak Jauh;

2. untuk mitra 150, institusi yang tergabung akan dapat memperluas jangkauan program-program pendidikan dan pelatihan, baik yang bersifat short course maupun yang bersifat pendidikan akademik hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia;

3. mitra 500 dan 7000 juga dapat menjadi tempat pendafataran untuk program PJJ, sebagai simpul atau pusat sumber belajar maupun menjadi tempat pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh P4TK melalu sistem PJJ;

4. dapat tergabung dengan SEA EduNet sehingga dapat menjalin kemitraan yang lebih erat juga dengan institusi lain di Asia Tenggara.

Pendukung seaedunet :
1. Wide : seamolec
2. Jsat : Telkom/telkomvision
3. Partner university : provide mitra

Infrastuktur Seaedunet :

 Data center
1. DVB – S Transmiter
2. Server
3. Router
4. Switch
5. UD Gateway

 Penerima multicast
1. DVB – S Receiver
2. Server
3. Router
4. Switch
5. UDRL (UniDirectional Link Routing )

Software Pendukung Seaedunet
 XORP
Sebagai multicast routing pada penerima system seaedunet
 VLC
 Broadcast Viewer
Sebagai penerima video conference yang sedang berlangsung
 Udpcast
Sebagai pengirim dan penerima data casting

Kegunaan system seaedunet
1.Sebagai alat pembelajaran jarak jauh.
2.Mempermudah pangiriman data yang besar dengan sekaligus ke semua titik yang terkoneksi ke seaedunet
3.Jangkauannya luas sehingga mempermudah komunikasi dalam lingkup benua asia

Selasa, 21 Juli 2009

tugas

1.Jelaskan 7 lapisan OSi dan 4 layer TCP/ip

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI

osigroupedlayers.gif

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
“Open” dalam OSI

open.gif“Open†dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
Modularity

“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.

Modularity

modularity_1.gif

Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.

modularity_2.gif

Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.

7 Layer OSI

Model OSI terdiri dari 7 layer :

  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical

Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?

osilayer.gif

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Model OSI

Keterangan

osilayers_1.gif

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

osilayers_2.gif

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

osilayers_3.gif

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

osilayers_4.gif

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

osilayers_5.gif

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

osilayers_6.gif

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

osilayers_7.gif

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.



TCP / IP arsitektur tidak tepat mengikuti model OSI. Unfortunately, there is no universal agreement regarding how to describe TCP/IP with a layered model. Sayangnya, tidak ada kesepakatan universal untuk menjelaskan tentang bagaimana TCP / IP dengan model layered. It is generally agreed that TCP/IP has fewer levels (from three to five layers) than the seven layers of the OSI model. Hal ini umumnya sepakat bahwa TCP / IP memiliki tingkat yang lebih sedikit (dari tiga sampai lima lapisan) dari tujuh lapisan dari model OSI. We adopt a four layers model for the TCP/IP architecture. Kami mengadopsi empat lapisan model untuk TCP / IP arsitektur.

TCP/IP architecture omits some features found under the OSI model, combines the features of some adjacent OSI layers and splits other layers apart. TCP / IP omits arsitektur beberapa fitur yang ditemukan di bawah OSI model, yang menggabungkan beberapa fitur berdekatan OSI lapisan dan lapisan lainnya Splits berbeda. The 4-layer structure of TCP/IP is built as information is passed down from applications to the physical network layer. 4-lapisan struktur TCP / IP dibangun sebagai informasi lulus dari aplikasi ke jaringan lapisan fisik. When data is sent, each layer treats all of the information it receives from the upper layer as data, adds control information (header) to the front of that data and then pass it to the lower layer. Bila data yang dikirim, setiap lapisan memperlakukan semua informasi yang diterimanya dari lapisan atas sebagai data, kontrol menambahkan informasi (header) ke depan bahwa data dan kemudian lulus ke lapisan bawah. When data is received, the opposite procedure takes place as each layer processes and removes its header before passing the data to the upper layer. Bila data yang diterima, sebaliknya sebagai prosedur berlangsung setiap lapisan proses dan menghapus header dan sebelum lewat data ke lapisan atas.

The TCP/IP 4-layer model and the key functions of each layer is described below: The TCP / IP 4-lapisan model dan tombol fungsi setiap lapisan dijelaskan di bawah ini:

Application Layer Layer aplikasi

The Application Layer in TCP/IP groups the functions of OSI Application, Presentation Layer and Session Layer. Application Layer dalam TCP / IP kelompok fungsi dari OSI Application, Presentation Layer dan Session Layer. Therefore any process above the transport layer is called an Application in the TCP/IP architecture. Karena itu semua proses di atas disebut lapisan transportasi Permohonan di TCP / IP arsitektur. In TCP/IP socket and port are used to describe the path over which applications communicate. Dalam TCP / IP socket dan port yang digunakan untuk menjelaskan jalan melalui aplikasi yang berkomunikasi. Most application level protocols are associated with one or more port number. Kebanyakan protokol tingkat aplikasi yang diasosiasikan dengan satu atau lebih nomor port.

Transport Layer Transport Layer

In TCP/IP architecture, there are two Transport Layer protocols. Dalam TCP / IP arsitektur, terdapat dua protokol Transport Layer. The Transmission Control Protocol (TCP) guarantees information transmission. The Transmission Control Protocol (TCP) menjamin informasi transmisi. The User Datagram Protocol (UDP) transports datagram swithout end-to-end reliability checking. User Datagram Protocol (UDP) Transports datagram swithout akhir-akhir keandalan untuk memeriksa. Both protocols are useful for different applications. Kedua protokol yang berguna untuk berbagai aplikasi.

Network Layer Layer jaringan

The Internet Protocol (IP) is the primary protocol in the TCP/IP Network Layer. Internet Protocol (IP) adalah protokol utama dalam TCP / IP Jaringan Layer. All upper and lower layer communications must travel through IP as they are passed through the TCP/IP protocol stack. Semua atas dan bawah lapisan komunikasi harus melalui perjalanan IP seperti yang disampaikan melalui TCP / IP protocol stack. In addition, there are many supporting protocols in the Network Layer, such as ICMP, to facilitate and manage the routing process. Selain itu, terdapat banyak mendukung protokol di Jaringan Layer, seperti ICMP, untuk memfasilitasi dan mengatur proses routing.

Network Access Layer Network Access Layer

In the TCP/IP architecture, the Data Link Layer and Physical Layer are normally grouped together to become the Network Access layer. Dalam TCP / IP arsitektur, Data Link Layer Physical Layer dan biasanya dikelompokkan bersama menjadi Jaringan Akses lapisan. TCP/IP makes use of existing Data Link and Physical Layer standards rather than defining its own. TCP / IP yang menggunakan data yang ada dan Link Layer Fisik standar daripada menentukan sendiri. Many RFCs describe how IP utilizes and interfaces with the existing data link protocols such as Ethernet, Token Ring, FDDI, HSSI, and ATM. Banyak RFCs menjelaskan bagaimana memanfaatkan IP dan antarmuka dengan data yang ada link protokol seperti Ethernet, Token Ring, FDDI, HSSI, dan ATM. The physical layer, which defines the hardware communication properties, is not often directly interfaced with the TCP/IP protocols in the network layer and above. Lapisan fisik, yang mendefinisikan komunikasi hardware properti, tidak sering interfaced langsung dengan TCP / IP protokol di jaringan lapisan atas.

TCP / IP Arsitektur Model: 4-Layers vs 7 Layers OSI

TCP/IP Architecture Model: 4-Layers vs. OSI 7 Layers TCP / IP Arsitektur Model: 4-Layers vs 7 Layers OSI

2.Sebutkan jenis pengkabelan pada LAN ?

Jenis-jenis pengkabelan pada LAN

Ada dua macam type pengkabelan pada jaringan LAN. Yaitu Straight dan Cross.

Straight
http://1.bp.blogspot.com/_7LBBPsMaxTc/SS89D-skltI/AAAAAAAAAGo/gemYt7HWLlE/s200/Straight.JPG
Pengkabelan jenis ini digunakan untuk menghubungkan banyak (lebih dari 2) komputer, dan melewati Switch Hub untuk koneksi antar komputer. Jadi jika Anda mempunyai 3 komputer yang ingin di hubungkan satu sama lain, anda harus menggunakan pengkabelan jenis ini dan membutuhkan Switch hub sebagai terminal.

Pada type ini susunan kabel pada ujung satu dengan ujung lainnnya harus sama. Dengan standard peletakan warna kabel seperti yang di tunjukkan pada gambar disamping. Susunannya mulai dari kiri yaitu warna Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang satunya susunan nya juga sama

CROSS

http://4.bp.blogspot.com/_7LBBPsMaxTc/SS89VixYwNI/AAAAAAAAAGw/r-lyB3GaZDM/s200/Cross.JPG
Untuk pengkabelan jenis ini, digunakan hanya untuk menghubungkan 2 komputer saja. Jadi untuk menghemat, kita tidah perlu membeli switch hub lagi untuk menghubungkan 2 komputer. Cukup menggunakan kabel jenis ini, 2 komputer kita sudah bisa terhubung.

Susunan pengkabelannya standard bisa di lihat seperti gambar di samping, yaitu pada ujung yang satu dimulai dari kiri dengan warna Putih Hijau (PH), Hijau (H), Putih Oranye (PO), Biru (B), Putih Biru (PB), Oranye (O), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang lainnya yaitu Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Untuk mengingatnya lebih mudah, bisa dengan nomor urutnya saja. yaitu penukaran posisi berikut

PO 1 —– 3 PH
O 2 —– 6 H
PH 3 —– 1 PO
B 4 —– 4 B
PB 5 —– 5 PB
H 6 —– 2 O
PC 7 —– 7 PC
C 8 —– 8 C

Teori pengkabelan sudah selesai, sekarang saatnya untuk memasukkan susunan kabel tersebut pada RJ 45 Connector. Lalu gunakan crimping tool (tang crimping) untuk menyatukan kabel dengan rj 45 connector tersebut. Jika sudah cobalah terlebih dahulu kabel tersebut sebelum di tancapkan pada CPU dan Switch HUB. Jika kabel sudah OK, saatnya anda untuk mengkonfigurasi komputer anda (IP Addressing) supaya komputer anda bisa benar benar terhubung.

3.Jelaskan Hub, switch, router dan bridge ?

HUB adalah sebuah alat ( digunakan biasanya untuk jaringan LAN ) alat yang bekerja di OSI pada layer Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komputer yag ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star. disini hub tidak melakukan traffic control jadi jika terlalu banyak port yang ada pada hub tersebut digunakan akan mengaibatkan kinerja hub turun hal ini terjadi karena sering terjadinya collision antara ethernet.

switch, secara garis besar switch hampir sama dengan HUB yaitu untuk menghubngkan beberapa komputer yang ada pada jaringan, akan tetapi switch berada pada data link layer pada OSI. switch adalah bridge yang memiliki banyak port dan domain colision sendiri-sendiri pada setiap port. sehingga jika semua port digunakan kinerja dari switch tidak akan turun.switch juga disebut sebagai multi-port bridge. keunggulan switch adalah data yang dikirim dari port ke port dilakukan secara full duplex.

ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.

Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah Mudah :

1. Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card ( Apabila anda hanya menggunakan 2 Sis )

2. Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )

3. Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua koneksi dalam keadaan Baik

4. Share Lan card Anda dengan cara :
- Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use another network to bla bla bla dst.
- Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan Jawaban Replay

Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI. bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.

Minggu, 19 Juli 2009

tugas lagi ..tugas lagi !!!!!!!

huft ....
kapan pKL neeeehhhhhh uhhh....
bt ...
 

Riski maulidah © 2008. Design By: SkinCorner